Minggu, 21 April 2013

Kesuksesan Mahasiswa Perpustakaan (Belajar Dari Kaum Yahudi)


Kegagalan dari apa yang kita harapkan, keduanya ini saling berhubungan layaknya dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Tidak beda jauh dengan perjalanan penulis menuju Perguruan Tinggi (PT) yang kini menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil Ilmu Perpustakaan. Awal kisah mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di salah satu PT ternama wilayah Jateng mengambil Teknik Informatika, rasa kecewa mulai menyelimuti pasca pengumuman nama saya tidak ada pada daftar penerimaan mahasiswa prodi tersebut. Kemudian mengikuti SPMB PTAIN menjadi langkah selanjutnya, masih sama dengan harapan pertama ingin mengambil TI, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bagi saya adalah pilihan yang tepat. Pilihan pertama adalah TI yang kedua Ilmu Perpustakaan. Tak disangka ternyata hasilnya masih seperti ikut jalur SNMPTN, harus lapang dada dan menerima bahwa nama saya tercantum di Ilmu Perpustakaan yang pada saat itu berkapasitas 10 orang.

Selasa, 09 April 2013

Pelecehan Seksual: Menanamkan Nilai Agama dan Budaya

Tampaknya sudah akrab ditelinga kita mengenai kasus pencabulan dan pemerkosaan di bumi pertiwi, telah menjadi topik pembicaraan dikalangan manapun. Perilaku tak terpuji itu akhir-akhir ini telah menyelimuti sendi-sendi kehidupan di negeri ini. Lihat saja, di media cetak maupun elektronik tak pernah berhenti-hentinya diberitakan.

Akhir-akhir ini publik dikejutkan pemerkosaan bocah kelas lima Sekolah Dasar (SD) oleh temanya sendiri. Lima siswa memperkosa teman perempuan mereka di salah satu gudang masjid di  Kelurahan Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Gowa. Ini jelas sebuah berita buruk yang rasanya mustahil terjadi di sebuah negara yang dihuni bangsa-bangsa beradab. Para pelaku berdalih memerkosa karena kerap menonton fim porno. Kasus pemerkosaan anak tampak sebagai fenomena gunung es, apalagi kasus ini dilakukan oleh temannya sendiri. Pada level tinggi mereka sanagat berpotensi besar melakukan perbuatan menyimpang. Realita yang telah kita lihat perilaku anak saat ini semakin tak terkendalinya mengakses informasi tanpa batas.