Kegagalan dari apa yang kita harapkan, keduanya ini saling berhubungan layaknya dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Tidak beda jauh dengan perjalanan penulis menuju Perguruan Tinggi (PT) yang kini menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil Ilmu Perpustakaan. Awal kisah mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di salah satu PT ternama wilayah Jateng mengambil Teknik Informatika, rasa kecewa mulai menyelimuti pasca pengumuman nama saya tidak ada pada daftar penerimaan mahasiswa prodi tersebut. Kemudian mengikuti SPMB PTAIN menjadi langkah selanjutnya, masih sama dengan harapan pertama ingin mengambil TI, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bagi saya adalah pilihan yang tepat. Pilihan pertama adalah TI yang kedua Ilmu Perpustakaan. Tak disangka ternyata hasilnya masih seperti ikut jalur SNMPTN, harus lapang dada dan menerima bahwa nama saya tercantum di Ilmu Perpustakaan yang pada saat itu berkapasitas 10 orang.
I'am Bahtiar Rizal
Archive
Categories
- IDKS (3)
Sample Text
Ads 468x60px
Social Icons
Followers
Featured Posts
Minggu, 21 April 2013
Selasa, 09 April 2013
Pelecehan Seksual: Menanamkan Nilai Agama dan Budaya
Tampaknya sudah akrab ditelinga kita mengenai kasus pencabulan dan
pemerkosaan di bumi pertiwi, telah menjadi topik pembicaraan dikalangan
manapun. Perilaku tak terpuji itu akhir-akhir ini telah menyelimuti sendi-sendi
kehidupan di negeri ini. Lihat saja, di media cetak maupun elektronik tak
pernah berhenti-hentinya diberitakan.
Akhir-akhir ini publik dikejutkan pemerkosaan bocah kelas lima Sekolah
Dasar (SD) oleh temanya sendiri. Lima siswa memperkosa teman perempuan mereka
di salah satu gudang masjid di Kelurahan
Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Gowa. Ini jelas sebuah berita buruk yang rasanya
mustahil terjadi di sebuah negara yang dihuni bangsa-bangsa beradab. Para pelaku berdalih memerkosa karena kerap menonton fim porno. Kasus pemerkosaan anak tampak
sebagai fenomena gunung es, apalagi kasus ini dilakukan oleh temannya sendiri.
Pada level tinggi mereka sanagat berpotensi besar melakukan perbuatan
menyimpang. Realita yang telah kita lihat perilaku anak saat ini semakin tak
terkendalinya mengakses informasi tanpa batas.
Langganan:
Komentar (Atom)
Search Engine
Daftar Hadir
Popular Posts
-
PERBANDINGAN KURIKULUM 2006 DENGAN KURIKULUM 2013 NO PERBEDAAN KURIKULUM 2006 KURIKULUM 2013 1 Tujuan ...
-
Sebuah perkembangan selalu disertai dua kubu (Dampak Positif dan Dampak Negatif) yang seakan tidak dapat dipisahkan. Jik...
-
Perguruan tinggi sebagai media pencetak kaum intelektual tidak luput dari praktik korupsi yang kian merajalela. Seperti pengadaan baran...
-
Masih banyak masyarakat Indonesia saat ini yang masih belum tahu dan menyadari dengan benar apa itu pustakawan. Pustakawan bukanlah seked...
-
Suasana kuliah tampak berbeda dari biasanya. Senin (11/03) pukul 09.00 diadakan kuliah umum serta bedah buku “ Perpustakaan Untuk Rakya...
Labels
- IDKS (3)





