Jogja – Dalam peringatan harlah yang
ke-16 tahun ini, Kamaba (Keluarga Mahasiswa Blora) Yogyakarta menggelar
serangkaian acara yang diawali dengan sarasehan pada hari sabtu (17/5). Acara
yang bertajuk mengenang 8 Tahun kepergian sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer
dengan tema “ Relevansi Pemikiran Pram
terhadap kondisi sosial politik saat ini” diikuti oleh ratusan perserta dari
berbagai kalangan meliputi mahasiswa, masyarakat, dan pramis (pengagum Pram)
dari berbagai kota seperti Yogyakarta, solo, semarang dan purwokerto.
Bertempat di gedung teatrikal perpustakaan
pusat Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Bahtiar Rizal selaku
ketua umum Kamaba dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk menggali
pemikiran dan keteladanan dari tokoh-tokoh Blora khususnya Pram dalam upaya
meningkatkan nasionalisme sebagai refleksi hari kebangkitan nasional dalam
waktu dekat ini.
Berkesempatan menjadi narasumber
adalah Agus Hernawan MA sebagai author dan sekaligus pramis mengatakan “
Tulisan-tulisan Pram sangat inspiratif tentang nasionalisme sehingga digunakan
sebagai bacaan wajib di sekolah-sekolah luar negeri namun malah kurang
diapresiasi di Indonesia. Pria Lulusan Amerika itu menambahkan, Pram dalam
karyanya mengajak berfikir untuk bagaimana kita membaca sejarah bangsa ini.
Hairus Salim direktur L-Kis sebagai
narasumber kedua membedah pemikiran Pram dalam novel arus balik tentang konsep
kelautan, bagaimana peran laut dalam kejayaan nusantara. Pram dalam karyanya
membangkitkan kembali semangat yang hilang dari bangsa ini.
Sebagai puncak acara harlah kamaba
dan peringatan 8 tahun kepergian Pram adalah malam pentas seni budaya pada hari yang sama
bertempat di panggung demokrasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta. Dengan pengisi acara adalah kelompok-kelompok seni budaya
organisasi mahasiswa daerah nusantara.
Divisi
Komunikasi dan Informasi
Keluarga
Mahasiswa Blora Yogyakarta




